Monday, December 5, 2016

Tentang Penulis

Assalamualaikum... Cukup bingung juga kalau disuruh memperkenalkan diri apalagi mendeskripsikan diri sendiri.

(Berpose di Puncak Gunung Kawah Ijen



Karena hampir separuh hidupku lebih sering mendengar cerita orang lain dibanding menceritakan tentang diri sendiri. Aku adalah seorang gadis yang memiliki sifat introvert, lebih tepatnya INFJ. Sedikit pemalu dan kadang malu-maluin sih, hmmm. Aku dilahirkan pada tanggal 1 april, pas banget sama april mop ya. Makanya hidupku seperti lelucon. Lahir dan besar di Banyuwangi dengan nama berbeda, entah dulu katanya sering sakit-sakitan hingga kemudian orang tuaku memutuskan untuk mengganti namaku menjadi Faranggi Eva Lutvika. Kalian bisa memanggilku Anggi, Faranggi, Gi, atau Gigi . Tapi ada juga sih, yang memanggilku Eva, beberapa sahabat ngeblog semasa di MWB dulu.

Aku pendiam sedari kecil, sempat dikira bisu juga karena sampai usia 3 tahun nggak mau ngomong, nangis juga jarang, menurut Ibu sih, sifatku itu menguntungkan beliau, karena bisa anteng diajak kemanapun nggak rewel. Sampai akhirnya lumayan gerah juga karena tetangga mulai bilang kalau kemungkinan aku ini bisu. Tapi Ibuku berkilah, nggak mungkin aku bisu karena ketika dipanggil aku ngerespon. Sampai akhirnya orang tuaku melakukan berbagai cara agar aku mau bicara. Dari mulai dibawa ke dukun, dimandiin air kembang dan disembur-sembur air. Well, akhirnya memang bisa bicara. Tapi yeah, kadang-kadang aja ngomongnya. Ini yang dibilang pendiam dari lahir.

(Wajah Tsundere wkwkwk)




Tapi aku nggak melulu diam apalagi kalau sudah bertemu dengan kawan yang cocok dan suasana menyenangkan. Bisa nggak berhenti nih, bicara. Apalagi kalau ketemu Miss satu ini.

(Cewek imajinasi vs cewek realita)


Karena kami sering menanggapi masalah dari sudut pandang berbeda. Dia masih terjebak di dalam dunia imajinasi di mana kamu akan menemukan putri tidur yang dibangunin oleh pangeran tampan, sementara aku sudah memandang semua kejadian berdasarkan fakta atau realita yang ada. Tapi kami nyambung kok ngobrolnya. Aneh ya.


Apalagi kalau berempat kumpul jadi grup lawak. Udah deh, somplak semua.





(Jangan tanya aku di sebelah mana. Pokoknya salah satu dari keempat anak somplak itu)


Aku nggak perlu punya banyak teman, sedikit teman saja sudah cukup bagiku. Tapi kini kami tak sekadar berteman, sudah nyaris seperti keluarga. Menurutku itulah arti persahabatan sesungguhnya.


Kalau ditanya soal cita-cita aku konsisten banget, dari kecil aku ingin menjadi seorang animator. Gara-gara kerajinan nonton kartun. Saat duduk di bangku kelas 3 SD aku mulai hobi menggambar, belajar dari teman laki-laki. Kami belajar menggambar bersama saat jam istirahat, soalnya cewek-cewek di sekolah waktu itu lebih suka main bola bekel dan aku nggak bisa main bola bekel, bisanya gambar bareng anak-anak cowok. Dulu sih, banyak yang bilang aku berbakat menggambar, gambarku bagus, sampai banyak yang minta digamparin eh bukan bukan... digambarin maksudnya. Tapi aku nggak mendapat respon positif dari kedua orang tua. Karena dulu bandel juga sih, semua buku pelajaran dipake buat ngegambar. Orang tuaku cuma ingin anaknya serius sekolah dan masuk jurusan akuntansi (terjebak nostalgia ini namanya). Well, bukan itu saja sih yang akhirnya membuatku menyerah untuk menjadi animator handal. Saat SMP bisa dibilang aku pernah menjadi korban bullying. Termasuk hasil gambarku yang menjadi bahan bullyan mereka. Tidak hanya sekali dua kali. Tapi jika sudah dibully berkali-kali pada akhirnya, "Yeah aku tidak berbakat aku menyerah."

Sejak saat itu aku memutuskan untuk berhenti menggambar, kalau dipaksain gambar lagi hasilnya juelek banget. Sungguh.




(Jelek kan. Pliss jangan dibully hehehe)



Setelah itu aku mulai serius belajar dan lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah. Buat belajar? Rajin ya. Bukan. Buat ngobrol sama penjaga perpustakaan waktu itu. Astaga, aku memang cuma nyambung kalau ngobrol sama yang jauh lebih tua. Dasar alien. Karena kondisi perpustakaan yang selalu sepi, sunyi, letaknya juga nyempil di pojok sekolah dekat dengan mushala. Yang rajin ke perpustakaan juga cuma muka-muka itu saja. Akhirnya aku tertarik sama sebuah novel lawas yang covernya pun sudah aduhai hancur. Judulnya 'Merpati Tak Pernah Ingkar Janji' karya Mira W. Ini novel klasik banget. Bahasanya juga indah meski kurang suka bagian endingnya. Entah kenapa aku ngerasa endingnya hambar. Kemudian dilanjut dengan cinta pertamaku, 'Supernova: Akar' karya Dee. Yang pertama aku baca malah seri keduanya. Setelah membaca novel ini, aku jadi semakin suka membaca. Dan tahu dong, orang yang suka membaca pasti pada akhirnya akan berusaha untuk menulis juga. Yup, akhirnya aku mulai tertarik dengan dunia menulis.

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan, karena aku bisa bicara lewat tulisan, aku bisa bercerita lewat tulisan, curhat juga bisa lewat tulisan. Sebagian besar tulisanku adalah curhatan pribadi yang hanya mampu aku tuangkan ke dalam kata demi kata dan merangkainya menjadi sebuah cerita. Dan sekarang aku punya janji pada diri sendiri untuk tidak akan berhenti menulis. Aku tidak akan membiarkan krtik bodoh yang tidak bertanggung jawab menghancurkanku untuk kedua kalinya. Dan mengubur mimpi dan cita-citaku.

Kalau dulu cita-citaku ingin jadi animator, kalau sekarang ingin jadi penulis? Bukan. Accounting? Bukan juga. Cita-citaku ingin tidur sepanjang hari, bermalas-malasan sambil baca novel atau nonton teve (generasi payah, jangan ditiru). Karena aku terkadang iri dengan Kopi (nama kucing) yang tiap hari kerjanya hanya makan dan tidur. Sewaktu aku ajak untuk bertukar tempat, biar aku jadi kucing kopi jadi manusia tapi responnya cuma meong meong aja.


(Enak banget ya, jadi Kopi. Tidak punya beban hidup atau tugas yang numpuk)



Aku lebih suka dianggap 'seseorang yang hobi menulis' dibanding penulis atau blogger. Karena aku belum berkontribusi apa-apa di dalam dunia kepenulisan dan aku hanya menggunakan blog sebagai media berbagi hasil karyaku. Tidak peduli dengan jumlah visitor, penerapan SEO, anchor text atau lainnya yang sering dilakukan oleh blogger agar blognya mendapatkan angka pengunjung yang tinggi. Aku hanya menikmati proses menulis dan membaginya, berharap kamu semua bahagia saat membaca hasil karyaku. Yeah walaupun ceritanya lebih banyak yang suram daripada bahagia.



Salam kenal... Terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini


Artikel Terkait

Tentang Penulis
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

New comments are not allowed.