Pura Beji Anantha Boga




Pura Beji Anantha Boga merupakan sebuah pura yang terletak di antara dua gumuk atau bukit, yaitu Bukit Payung dan Bukit Kancil dan terletak di Dusun Selorejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi dan masih berada di lereng Gunung Raung. Pura ini dibangung ketika umat Hindu dari Pura Sandhya Darma yang juga terletak di Selorejo ini mendapat taksu atau sebuah penglihatan mengenai situs purbakala yang terletak di lokasi tersebut. Sehingga dengan bantuan umat Hindu dari Bali, dibangunlah Pura Beji Anantha Boga, yang kini dikelola Perum Perhutani Unit I Jawa Timur – KPH Banyuwangi Barat.



Karena Pura ini memang menempati wilayah Perhutani KPH Banyuwangi Barat dan diresmikan pada tanggal 7 Juli 2011. Pura ini juga pernah mengalami renovasi pada tahun 2014. Pura ini sendiri memang dibangun menyatu dengan lingkungan sekitar, sehingga nuansa alam hutan pinus akan sangat terasa begitu memasuki tempat ibadah ini.



Nama Pura Beji Anantha Boga sendiri dipilih dari salah satu nama Sang Hyang Naga Tiga, yaitu Sang Hyang Naga Anantha Boga yang melambangkan bumi, Sang Hyang Basuki yang melambangkan air dan Sang Hyang Naga Tatsaka yang melambangkan udara.

Pura ini juga memiliki sebutan sebagai sewu tirta atau seribu mata air, karena di pura ini terdapat mata air yang meskipun jumlahnya tidak mencapai seribu mata air. Tapi mata air di sini biasa digunakan untuk meyucikan diri, bagi umat beragama Hindu.


Uniknya tempat ibadah ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Hindu saja, karena di dalam kawasan tempat ibadah yang berada tepat di lereng Gunung Raung ini juga memiliki tempat ibadah bagi umat beragama lainnya.

Mushala



Begitu memasuki Pura ini, ada sebuah Surau kecil yang letaknya tak jauh dari pintu masuk dan berada bersebelahan pertitaan (mata air) Dewi Gangga dan Dewi Kwan Im. Surau ini juga sudah dilengkapi dengan tempat wudhu di sampingnya.


Patung Dewi Kwan Im



Setelah berjalan sedikit ke arah utara, maka akan ditemukan sebuah kolam yang ditengahnya terdapat patung Dewi Kwan Im yang menjadi lambang dari umat beragama Konghucu.

Patung Yesus Dan Bunda Maria



Terakhir, dapat ditemukan patung dari Bunda Maria yang sedang memangku Yesus kecil, lalu ada juga Patung Bunda Maria. Dan patung Yesus yang berada di sebuah altar dan bebatuan yang menyerupai tempat duduk. Biasanya umat Khatolik melakukan ibadah di sini setiap satu bulan sekali.

Pura ini, jadi mengingatkan saya akan Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan agama ya.
 

Untuk menjangkau Pura Anantha Beji yang letaknya tidak terlalu jauh dari kota Glenmore. Setengah perjalanan dilalui dengan mulus, tapi begitu memasuki kawasan perkebunan, jalanan berubah menjadi cukup ekstrim karena masih berupa bebatuan. Tapi dengan pemandangan alam dan hijaunya hutan pinus, rasanya lelah terbayar sudah.



Ada beberapa peraturan yang wajib dipatuhi oleh pengunjung yang datang ke tempat ini. karena tempat ini adalah tempat ibadah yang bukan hanya digunakan beribadah oleh umat beragama Hindu saja, tapi semua agama yang ada di Indonesia. maka sebagai pengunjung yang ingin ke tempat ini harus mengerti benar, bahwa tempat ini bukanlah tempat wisata, sehingga ada beberapa peraturan yang harus diikuti, yaitu:



1. Menggunakan pakaian tertutup dan sopan bagi wanita dan tidak boleh menggunakan celana pendek bagi pria. sementara pengunjung yang tidak menggunakan pakaian tidak sopan, ada kain sarung yang sudah disediakan untuk menutup bagian tubuh yang terbuka.


2.  Menjaga sikap dengan tidak berkata kasar dan tetap sopan selama berada di dalam kawansa tersebut serta menjaga keheningan karena tempat tersebut merupakan tempat ibadah.




3. Tidak boleh mengambil foto sembarangan. Jika ingin selfie harus mengikuti peraturan dengan tidak berfoto atau swafoto di depan patung dengan posisi badan membelakangi patung.



Karena tempat ini merupakan tempat ibadah yang tidak hanya suci bagi umat beragama Hindu saja, tapi juga untuk semua agama di Indonesia. Sehingga wajib bagi pengunjung untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan ya.


Itu lah tadi, jalan-jalan saya kali ini di Pura Anantha Beji, sekaligus bertambah lagi satu kategori di Blog ini. yaitu kategori Tukang Dolan. Karena menurut teman terganteng saya, Ega "Apa sih, yang saya bisa selain jalan-jalan dan makan?" apalagi sekarang cukup sulit untuk menjaga blog ini tetap lurus dan mempertahankan konsep karya sastra. Di mana sekarang sudah tidak punya cukup waktu lagi untuk bikin cerpen atau sekadar nerusin cerbung yang sudah berdebu barangkali. Sehingga saya putuskan untuk mengubah konsep blog ini. Karena menurut blogger terkeren sepanjang masa yang juga sahabat saya, tetap egois dengan mempertahankan konsep blog ini sama saja dengan bunuh diri.

Tapi yang terpenting adalah, terima kasih pada Anggota Orde berkat kalian aku semangat ngeblog lagi. Tunggu kategori selanjutnya yang akan mengupas makanan terenak di Banyuwangi. siap-siap ngiler ya!