Cause My World Is Full With You

9:55 AM Faranggi Eva Lutvika 7 Comments

Ini merupakan cerpen kolaborasi dari penulis hebat dan terkenal sejagad hmmm sejagad apa ya? Ya pokoknya terkenal lah. Tergabung dalam kelompok menulis yang bernama #BloggerMuda. Sebuah grup yang isinya cuma bertiga. Eksklusif hanya untuk tiga orang saja. Lagian siapa juga yang mau gabung ya?!!!

Terimalah persembahan dari kami bertiga. Aku yang paling unyu sendiri.



Karya: Anggi, Ainuen, Endach


Seorang lelaki memberikan sejumlah uang pada pedagang. Ia mengambil barang yang baru saja dibelinya. Kemudian menenteng barang tersebut dengan senyum bersinar bahagia.

Ponsel di saku celana bergetar. Lelaki itu mengambilnya, kemudian membaca pesan yang tertera di sana.

"Awas!! Jangan selingkuh!"

Itu adalah kekasihnya. Lelaki tersebut tersenyum makin bahagia.

Jauh di sana, kekasih lelaki itu sedang mencari ilmu. Tepatnya pada negeri orang. Jarak terbentang amat jauh. Sungguh menyiksa masing-masing hati.
Selain menyiksa, jarak itu sedang menguji kesetiaan mereka.

"Jangan lirik wanita lain!!"
Satu pesan baru masuk.

Lelaki itu melirik sekitar  kerumunan pasar. Banyak wanita di sana. Tapi ... anehnya, kenapa semua wanita berwajah sama dengan gadisnya?

Tak luput dari pandanganya lelaki-lelaki di pasar itu pun memiliki wajah yang begitu serupa denganya.

Lalu bagaimana ia dan kekasihnya bisa menjalin hubungan jika wanita dan lelakinya memiliki wajah yang serupa?

Ah.. jangan tanyakan itu padanya. Karena ia tak punya jawabanya. Tapi yang pasti ia begitu mencintai sifat posesif wanitanya.

Posesif. Benar. Ponsel yang masih di pegang lelaki itu bergetar lagi. Kekasihnya.

"Jangan selingkuh!"

Lelaki itu tertawa, memandang sekeliling lagi. Wanita-wanita itu memang memiliki wajah yang serupa dengan kekasihnya. Tapi tidak memberikan perasaan yang serupa seperti yang bisa kekasihnya lakukan.

Dipandangnya gelang couple berwarna hijau ditanganya.

Lelaki itu tertawa lagi mengingat pesan yang dikirimkan gadisnya.

Kemudian dia melanjutkan perjalanan. Melewati jalanan becek dan gang sempit di antara lapak pedagang. Bau sayur, ayam dan amisnya ikan tidak mengganggu penciuman. Ia bahagia menenteng sekantung penuh belanjaan yang siap ia bawa pulang.

Begitu keluar dari pasar, ia melambaikan tangan ke arah angkot untuk kemudian masuk ke dalam, duduk di kursi depan sebelah pak supir. Dia mengamati jalanan yang mulai ramai. Berbanding terbalik dengan keadaan saat pagi tadi dia berangkat ke pasar.

Lamat-lamat matanya tenggelam dalam aspal yang tergilas roda besar, berputar untuk mengantarnya ke tempat yang ia mau. Hingga akhirnya si supir memberi isyarat ia sudah sampai di tempat.

Lelaki itu turun dari angkot dan berjalan ke arah rumah berwarna biru. Dengan pagar setinggi tidak lebih dari pinggang, ia menggesernya perlahan lalu masuk ke dalam.

"Sayang... Kok lama banget sih," seru seorang wanita yang berdiri manja di ambang pintu.

7 comments:

  1. Meski ceritanya kurang panjang (karena kurang puas membaca) tapi cerita ini menarik. Hehe

    Semangat berkolaborasi, ya, sist.

    ReplyDelete
  2. Lelakinya membeli apa ya? :) kok setelah membeli barang tersebut gembira betul sampe" semua cewe di sekelilingnya terlihat seperti kekasihnya, apakah dia baru saja membeli anu :v

    ReplyDelete
  3. ketjeh parahh!!
    apalagi yang buat, petjah.

    ReplyDelete
  4. Ainuen iku sopo? Kok namanya imut2 gitu. Pasti orangnya juga.

    ReplyDelete
  5. Ainuen iku sopo? Kok namanya imut2 gitu. Pasti orangnya juga.

    ReplyDelete
  6. Dan ternyata cewe yg ngirimi pesen Jangan selingkuh adalah selingkuhannya

    ReplyDelete
  7. Jangan selingkuh! hehehe... ada sebagian yg bilang selingkuh itu indah. ihikss... terlalu singkat, besambung Mbak :)

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak!